Selamat Hari ibu sedunia Mama🌹❤️
Oleh: Matrina Riwu
Pertama-tama, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih, Ma. Terima kasih sudah melahirkanku. Berkatmu aku ada di sini. Terima kasih sudah menjadi pintu untukku melihat hal baru. Terima kasih karena telah mengenalkanku pada dunia.
Setelahnya, izinkan aku meminta maaf, Ma. Maafkan aku atas banyak hal. Maaf belum bisa menjadi anak baik. Maaf belum bisa membahagiakan. Maaf belum bisa membanggakan. Maaf belum sampai tahap salihah. Maaf, jika sekiranya anakmu ini belum sempurna.Ma, pelan-pelan usia putrimu ini semakin bergulir. Di usia yang bergerak semakin menua, aku ingin jadi sepertimu, Ma. Mama adalah wanita terkuat yang pernah aku kenal. Sosok dengan bahu paling tegar. Aku hampir tidak pernah mendengar keluh dari bibirmu. Tak pernah kau biarkan gurat lelah di wajah melunturkan senyum anak-anakmu. Meski begitu, bukan berarti aku tak pernah melihatmu menangis diam-diam di hadapan Tuhan.
Ma, izin meminjam pundakmu sebentar saja. Izin meminjam hatimu yang begitu tabah. Namun, bisakah aku sepertimu, Ma? Sanggupkah aku seperti engkau? Yang begitu kokoh menghalau banyak hantaman. Yang tetap tabah walau ujian silih berganti datang. Yang tetap setia pada do'a di saat semua hal memaksa untuk mengeluh dan pasrah. Yang tetap percaya meski segala yang ada di depan mata seolah menyuruh untuk menyerah saja. Namun, untuk semua hal itu, engkau lebih memilih untuk terus bertahan, Ma.
Ma, suatu hari nanti aku juga akan memiliki keluarga baru. Lalu pada saat hari itu tiba, aku ingin sepertimu, Ma. Kelak, aku juga ingin seperti Mama. Menjadi wanita kuat yang mendampingi seorang pria hebat. Menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecilku kelak. Menjadi ibu rumah tangga yang selalu mengutamakan keluarga di atas banyak hal. Yang meski mungkin banyak mengomel, tetapi dalam mendidik anak-anaknya tak pernah gagal.
Ma, aku tidak sekuat dan setegar dirimu. Aku hanyalah gadis cengeng yang seringkali ingin mengeluh dan menyerah. Akan tetapi, doa-doa baik yang senantiasa kau langitkan sepertinya telah menguatkanku sampai sekarang.
Ma, maaf jika bisaku hanya mengecewakan. Maaf belum bisa memenuhi ingin yang selalu Mama semogakan. Dan maaf karena kalimat pepatah itu benar, bahwa sebanyak apa pun seorang anak memberi sesuatu untuk ibunya, itu semua tak akan pernah cukup untuknya membalas budi. Hingga mungkin di antara mereka semua, akulah anak yang paling gagal. Aku belum menjadi siapa-siapa, belum bisa memberi apa-apa, bahkan untuk sekadar memberi uang belanja atau membelikanmu sepasang mukena.
Maaf, Ma, karena untuk saat ini bisaku hanya segini. Selain do'a juga ucap maaf dan terima kasih, aku hanya mampu memberi selembar kata ini. Sekali lagi, aku mengucap banyak maaf dan terima kasih.
Terima kasih dan selamat hari ibu, Ma.
Kupang, 22 Desember 2021🌻
Komentar
Posting Komentar