Silsilah keturunan orang Sabu dan Raijua dari Kika Ga sampai kepada Dida Miha dan Ie Miha. Kika Ga—Hu Kika—Unu Hu—Ae Unu—Rae Ae—Ngara Rai—Miha Ngara. Miha Ngara mempunyai tiga orang anak yaitu Hawu Miha, Dida Miha dan Ie Miha Dida Miha dan Ie Miha merupakan cabang-cabang utama dari pohon Kika Ga. Kedua cabang utama ini mengeluarkan anak-anak cabang, ialah semua kesatuan-kesatuan Genealogis “UDU” di Sabu dan Raijua. Dari pada anak-anak cabang ini bertumbuh pula ranting-ranting ialah semua kesatuan-kesatuan “KEROGO” . Daun-daun pada anak-anak dan ranting-ranting ialah anggota-anggota dari Udu dan Kerogo yang merupakan masyarakat suku bangsa Sabu dan Raijua, satu masyarakat Se-Turunan. Dida Miha mempunyai empat orang anak laki-laki yaitu Hue Dida, Node Dida, Dodo Dida dan Rede Dida. Hue Dida mempunyai dua anak laki-laki yaitu Dake Hue dan Tari Hue. Dake Hue adalah Leluhur dari Udu Napuru, Nadjuu, Natadu, Nadowu, Naelli dan Kolorae di Sabu Tim...
Kabupaten Sabu Raijua adalah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia kabupaten ini di resmikan oleh mentri dalam negeri Madrianto pada tanggal 29 Oktober 2008 sebagai hasil pemekaran dari kabupaten Kupang. Kabupaten Sabu Raijua merupakan daerah otonom yang baru terbentuk pada tahun 2008 berdasarkan UU No 52. Tahun 2008. Tanggal 26 November 2008, yaitu pemekaran dari kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dimana Kabupaten Sabu Raijua ini merupakan kabupaten ke-21 dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Luas wilayah Sabu Raijua 460,47m² , total populasi jiwa di kabupaten Sabu Raijua 91.512 jiwa, dan kepadatan penduduknya yaitu 198.74 jiwa. Denografi agama Kristen, 96,70%. Katolik 2.60%. Islam 0,70%. Sejarah Ringkas Kabupaten Sabu Raijua Pulau Sabu juga dikenal dengan sebutan Sawu atau Savu. Penduduk di pulau ini sendiri menyebut pulau mereka dengan sebutan Rai Hawu yang artinya Tanah dari Hawu dan orang Sabu sendiri menyebut dirinya dengan sebutan Do Hawu. Nam...
Ledo hawu adalah tari perang yang berasal dari pulau Sabu. Tari ini biasanya diselenggarakan oleh para keluarga ksatria. Perang antara satu keluarga dengan keluarga yang lain dahulu biasanya berkisar pada perebutan daerah. Dimana tari ledo hawu diadakan sebelum para ksatria maju ke medan perang. Selain para ksatria itu sendiri menari, terdapat gadis-gadis cantik juga ikut menari sebagai tanda selamat jalan. Pakaian para penari pria mengenakan kain selimut yang disebut kain higi-huri, ikat kepala yang disebut destar, giring-giring yang ditalikan padakaki, serta bersenjatakan kelewang yang disebut hemala. Sedangkan untuk para penari wanita mengenakan kain selimut yang disebut kain ei hawu, ikat pinggang yang disebut pedi dan kepalanya dihias dengan mayang kelapa dan perhiasan lainnya. Gerakan Tarian Ledo HawuSunting Tarian ini dilakukan berpasangan pria dan wanita yang diiringi gong dan tambur serta giring-giring pada kaki pria, disebut sebagai dere.[1] Hentakan kaki, lenggang dan ...
Komentar
Posting Komentar